728x90 AdSpace

­

Latest News

Selasa, 14 April 2026

Beristri dengan Genderuwo di Alas Purwo


Sebagai seorang pegawai di bidang kehutanan, Adi harus bersiap untuk dipindahkan ke berbagai tempat, bahkan ke ujung timur Pulau Jawa. Banyuwangi, kota yang penuh dengan nuansa mistik dan terkenal dengan kepercayaan akan santet. Di kota inilah Adi harus bekerja, tepatnya di Alas Purwo; sebuah kawasan hutan yang berada di Banyuwangi dan berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia di pantai selatannya.

Alas Purwo, yang merupakan taman nasional, terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo di Banyuwangi. Nama Alas Purwo diyakini memiliki arti hutan yang pertama atau hutan tertua di Pulau Jawa. Tempat ini dipercaya memiliki banyak situs keramat seperti Gua Padepokan dan Gua Istana. Di sana juga masih banyak satwa langka seperti banteng, lutung, burung merak, ayam hutan, rusa, dan macan tutul. Tidak hanya itu, Alas Purwo juga memiliki pantai-pantai indah seperti Teluk Grajagan dan Plengkung yang dilindungi dan menjadi habitat bagi penyu lekang dan penyu belimbing.

Adi telah bekerja di Alas Purwo selama hampir setahun sekarang. Meskipun ia telah mengalami berbagai pengalaman di sana, termasuk hal-hal mistis, ia merasa belum benar-benar menjelajahi hutan seluas 43.420 hektar itu. Masih banyak tempat yang belum ia telusuri karena keangkeran dan keindahan alamnya.

Suatu hari, Adi harus mengantar rombongan pengunjung dari Surabaya yang akan melakukan ritual di salah satu gua di Alas Purwo. Mereka datang untuk melakukan ruwatan atas nama Sigit, seorang pria paruh baya yang pernah menjalankan ritual di tempat yang sama sepuluh tahun yang lalu setelah mengalami kegagalan dalam karirnya dan PHK dari pekerjaannya.

Sigit menjalani ritual di gua tersebut selama hampir satu tahun sebelum akhirnya kembali dan membuka usaha jualan pakaian anak-anak di Surabaya. Meski usahanya sukses, keluarganya mulai merasakan keanehan ketika Sigit terlihat sering berbicara dan tertawa sendirian di kamarnya. Mereka bahkan mendengar suara perempuan tertawa meskipun tidak pernah melihat ada wanita di sana. Anehnya, kejadian itu membuat mereka semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Sigit.

Kejadian ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Setiap kali ditanya, Sigit hanya tersenyum kecil seakan penuh arti. Keluarga Sigit mulai bertanya-tanya karena tingkah laku anehnya. Meskipun demikian, karena tidak mengganggu anggota keluarga yang lain dan Sigit kerap membantu ekonomi keluarga, tingkah lakunya dibiarkan.

Namun baru-baru ini, tingkah laku Sigit semakin aneh. Suara pertengkaran dan barang dibanting terdengar hampir setiap malam di kamar Sigit. Saudara Sigit segera memasuki kamar saat mendengar suara ribut, namun tidak menemukan siapa-siapa kecuali Sigit. Sigit terlihat pucat dan panik, berteriak agar jangan ditinggalkan.

Aris bertanya tentang Radni, istri Sigit yang tidak pernah diceritakan sebelumnya. Sigit mengungkap bahwa Radni adalah istrinya yang mereka kenal di Alas Purwo. Aris heran karena tidak pernah dikenalkan pada keluarga. Sigit menjelaskan bahwa Radni takut ketahuan keluarganya dan dipaksa pulang.

Aris pusing dengan penjelasan Sigit dan memutuskan untuk berunding dengan keluarga lainnya. Akhirnya, mereka memutuskan memanggil Pak Puguh untuk membantu Sigit. Pak Puguh mengetahui bahwa Sigit menjalin hubungan dengan genderuwo perempuan yang mengikutinya tanpa sepengetahuannya.

Sigit meyakini bahwa Radni adalah gadis desa yang kawin lari dengannya. Rombongan membawa Sigit ke Gua Istana di Alas Purwo, di mana Pak Puguh memandikan Sigit dengan air kembang untuk menyembuhkannya. Alas Purwo memang tempat yang penuh misteri dan keanehan yang tak terduga.

Sigit yang tampak kebingungan dengan situasi yang sedang terjadi, tidak peduli dengan perlakuan orang-orang terhadapnya. Di sisi lain, Adi turut membantu dalam ritual yang dipimpin oleh Pak Puguh. Setelah sekian lama bermeditasi, Pak Puguh akhirnya membuka matanya. Ia menatap Aris dan keluarga Sigit. "Ternyata sulit untuk memisahkan Sigit dari cintanya pada Radni," ucapnya.

"Apa yang sedang terjadi, Pak Puguh?" tanya Aris dengan hati berdebar-debar, menantikan hasil meditasi Pak Puguh.

"Pandangan orang awam terhadap Alas Purwo hanyalah hutan lebat dengan binatang buas. Namun, bagi yang memiliki pandangan spiritual, Alas Purwo adalah tempat tinggal berbagai makhluk halus. Ada kuntialanak, banaspati, jin, ilu-ilu, dan bahkan genderuwo. Benar, bukan Mas Adi?" tanya Pak Puguh kepada Adi.

"Benar apa yang disampaikan oleh Pak Puguh. Sebagai penjaga hutan di sini, saya sering menyaksikan hal-hal yang tak terduga. Banyak yang mengatakan bahwa Alas Purwo adalah tempat yang penuh dengan makhluk halus," jawab Adi, mengonfirmasi ucapan Pak Puguh.

Pak Puguh kemudian meneruskan ceritanya. Menurutnya, karena keputus-asaan Sigit ketika bermeditasi, secara tidak sadar ia masuk ke dalam alam makhluk halus di mana ia bertemu dengan Radni. Genderuwo perempuan ini ternyata juga memiliki perasaan pada Sigit. Namun saat Sigit tidak mau tinggal di alam Radni, keduanya kembali ke kota. Namun, Radni tetap menemani Sigit. Tanpa disadari oleh Sigit, Radni adalah seorang genderuwo. Setelah bertahun-tahun, Radni ingin kembali ke alamnya sendiri, yang membuat Sigit sulit menerima kenyataan.

"Dan selanjutnya, Bagaimana kelanjutannya, Pak Puguh?" tanya Aris.

Pak Puguh tersenyum, "Keputusan ada pada keluarga Sigit."

"Apa maksudnya, Pak Puguh?" tanya Aris bingung.

"Cinta Sigit pada Radni sangat dalam dan sulit dilepaskan. Saya bisa menghilangkan perasaan itu, namun pikiran Sigit tidak akan berfungsi dengan normal. Ia akan terus merindukan Radni," jelas Pak Puguh.

Mendengar penjelasan itu, Adi mencoba mencari jalan keluar, "Apakah tidak ada pilihan lain, Pak Puguh?"

"Pilihan ada, tapi dianggap tak masuk akal," jawab Pak Puguh sambil menatap Sigit yang tertawa sendirian. "Rad, aku akan menyusulmu di kampung."

Semua orang merasa prihatin dengan nasib Sigit. Namun akhirnya keputusan diambil oleh Pak Puguh, "Biarkan Sigit hidup bersama Radni di alam Radni."

"Apa? Apa maksudnya, Pak Puguh?" tanya Aris tak bisa menyembunyikan kebingungannya.

"Mereka berdua akan kajiman dan berubah menjadi makhluk halus seperti Radni," jelas Pak Puguh.

"Tidak... Aku tidak ingin adikku menjadi genderuwo," tegas Aris. Meskipun bingung dengan situasi, Aris tidak tega melihat nasib Sigit. Setelah berpikir panjang, Aris memutuskan untuk memenuhi keinginan Sigit, jika mereka sudah saling mencintai.

Pak Puguh melanjutkan ritualnya. Ia membuat Sigit tertidur dan membungkusnya dengan kain mori hitam. Nyala menyan memenuhi ruangan, lalu bau harumnya bercampur dengan bau singkong bakar.

"Genderuwo perempuan sudah datang," tunjuk Pak Puguh pada sosok yang muncul dari asap putih. Radni cantik berjalan menuju Sigit yang terbungkus mori. Sementara Adi, yang terbiasa dengan makhluk halus Alas Purwo, bisa melihat wujud asli Radni yang menyeramkan.

Radni mendekat ke tubuh Sigit. Pak Puguh memberikan pesan pada Radni, yang kemudian ia laksanakan. Radni masuk ke dalam mori bersama Sigit. Saat Pak Puguh membuka mori, Sigit dan Radni sudah lenyap.

"Mereka sudah menjadi makhluk halus dan masuk ke alamnya," jelas Pak Puguh.

Aris hanya bisa terdiam, sedangkan Adi merenung, menyaksikan keajaiban Alas Purwo yang tak akan pernah berakhir. 



Beristri dengan Genderuwo di Alas Purwo
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Top