Bagaimana seorang yang menyetubuhi jin bisa memiliki keturunan? Kisah ini bermula dari seorang yang bekerja di perusahaan penebangan kayu. Saat bertugas, dia terjebak ke dunia lain yang dihuni oleh para jin.
Adelin Lis, seorang Direktur Keuangan PT Keang Nam Deveploment Indonesia (KNDI), terkenal kontroversial dalam bidang hukum pidana. Meskipun Jaksa menuntutnya dengan hukuman sepuluh tahun penjara, ia akhirnya dibebaskan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negara Medan. Suatu keputusan yang menuai pertentangan di kalangan pencari keadilan, mengingat kasus korupsi Adelin Lis yang melibatkan jumlah uang yang sangat besar. Namun, kisah ini bukanlah tentang Adelin Lis. Aku pernah bekerja di perusahaan miliknya, PT KNDI, selama hampir tiga tahun. Perusahaan ini bergerak dalam pengolahan kayu di daerah Mandailing Natal (Madina), Sumut.
Ketika aku pertama kali bekerja di perusahaan tersebut, aku ditempatkan diunit Tely, dengan tugas mencatat dan mengelompokkan kayu yang sudah diolah menjadi bahan bangunan. Di sana, terdapat sekitar 500 karyawan dengan tugas masing-masing. Aku sering ditugaskan tugas rangkap, terutama ketika ada karyawan yang absen karena sakit. Salah satu tugas yang menantang adalah melakukan survey di lapangan untuk meneliti pohon-pohon kayu yang sesuai dengan HPH dari Menteri Kehutanan.
Suatu hari, aku dan rekan kerja, Bang Ucok Regar, ditugaskan untuk melakukan penelitian di sebuah areal hutan. Bang Ucok berangkat terlebih dahulu, sementara aku akan menyusul setelah menyelesaikan urusan di pabrik. Aku kemudian mengendarai sepeda motor perusahaan menuju lokasi hutan yang terletak sekitar 75 km dari pabrik, berbatasan dengan desa Umang-Umang. Jalan menuju hutan itu merupakan jalan darurat yang dibangun oleh perusahaan. Dari desa tersebut, kayu tebangan diangkut menggunakan truk khusus atau lengging.
Hari itu, cuaca cerah dan cukup panas. Dengan kecepatan sedang, saya mengejar Bang Ucok dengan sepeda motor. Saat mendekati tikungan, tiba-tiba mesin mati dan sepeda motor berhenti di bawah sebatang pohon yang rindang. Saya berusaha memperbaiki mesin selama setengah jam, tetapi tetap tidak menemukan penyebabnya. Dalam hati, saya mengumpat sepeda motor sialan sambil duduk istirahat di bawah pohon.
Saat itu, seorang pria tua muncul di hadapan saya dengan penampilan yang kumuh seperti gelandangan. Dia bertanya mau ke mana saya dan saya menjawab bahwa saya menuju desa Umang-Umang. Setelah menjelaskan kenapa saya berhenti di tempat itu, pria tua itu membantu saya menghidupkan mesin sepeda motor dengan kekuatan aneh yang dimilikinya. Ia kemudian meminta tumpangan untuk ke desa Umang-Umang dan saya dengan senang hati menerima.
Saat kami melewati pohon yang tinggi di pinggir jalan, mesin sepeda motor tiba-tiba mati lagi dan sepeda motor sendiri berbelok menuju pohon tersebut. Tubuh saya tertabrak pohon dan saya kehilangan kesadaran. Saat saya bangun, saya berada di tempat yang asing dan aura mistis terasa kuat di sekelilingku. Saya dipertemukan dengan makhluk gaib yang menakutkan.
Seorang makhluk berwujud manusia mengajak saya mengikutinya dan membawa saya ke ruangan megah yang penuh dengan perabot antik. Aroma wewangian harum dan lampu kristal berwarna-warni memenuhi ruangan. Kemudian, perempuan cantik dan ayu memenuhi ruangan dengan perilaku yang tidak senonoh. Saya terdiam mematung tanpa bisa bergerak.
Seorang perempuan gendut bertanya mengapa saya berada di tempat mereka dan saya menjelaskan bahwa saya tertabrak pohon dan dibantu oleh seorang kakek untuk menuju desa Umang-Umang. Dia mengatakan bahwa pria tua itu adalah ayahnya yang mencari suami untuk cucunya. Saat itulah saya menyadari bahwa saya terjebak di dunia lain yang penuh dengan misteri.
Komunikasi menggunakan bahasa isyarat berjalan lancar tanpa kendala yang signifikan. Saat itu, saya juga memastikan bahwa mereka berasal dari komunitas makhluk dari dunia lain, yang tidak bisa berbicara. Jika mereka berbicara, saya tidak akan bisa memahami. Ketika perempuan gendut mengisyaratkan bahwa pria tua yang membantu menghidupkan mesin motorku adalah kakeknya, saya mulai curiga. Entah apa yang akan mereka lakukan terhadap saya.
"Apakah kamu bersedia menikahi putri tunggalku ini?" Tanya perempuan gendut dengan bahasa isyarat yang tiba-tiba saja bisa saya pahami. Saya segera memberi isyarat bahwa saya sudah memiliki istri. Bahkan, saya juga menjelaskan bahwa tidak mungkin makhluk dari alam lain bersatu dalam perkawinan.
"Siapa bilang?" Tanya perempuan gendut. Kali ini bukan lagi dengan bahasa isyarat, melainkan dengan kata-kata dalam bahasa Melayu. Hal ini membuat saya terkejut. Ternyata dia bisa berbicara dalam bahasa Melayu, dengan logat dan gaya Mandailing Klasik. Dia menjelaskan bahwa perkawinan antara jin dan manusia sering terjadi sejak zaman kenabian. Dia mengambil contoh dengan pernikahan Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis. Aku bingung, karena aku tidak yakin apakah Ratu Balqis benar-benar berasal dari bangsa jin.
"Kami memang dari bangsa jin yang tidak alim!" Ungkap perempuan gendut itu. "Asal kau tahu saja... kami sering melakukan perkawinan silang dengan manusia untuk mendapatkan keturunan yang lebih berkualitas. Kami ingin menyamai derajat manusia yang kami anggap lebih tinggi dari bangsa jin," tambahnya menjelaskan.
Aku terperangah. Aku tidak bisa berkomentar. Dia cukup banyak mengetahui tentang perilaku manusia. Namun, saya tidak ingin menikah dengan makhluk halus, meskipun putri si gendut itu sangat cantik. Karena saya menolak tawarannya, akhirnya saya dibawa ke ruangan tertutup.
Di ruangan itu, aku merasa terkurung. Namun, ketika sendirian, aku teringat akan istriku di rumah. Aku memutuskan untuk kembali ke kota dan mencari pekerjaan baru. Namun, setelah kejadian itu, hal aneh terjadi. Aku tidak bisa memberikan nafkah batin kepada istriku. Lebih aneh lagi, tidak lama kemudian, kami mendengar tangisan bayi di sekitar tempat tidur kami. Kami mencari sumber suara itu tetapi tidak menemukan apapun.
Ketika aku meminta bantuan orang pintar, aku baru menyadari bahwa tangisan bayi itu adalah darah dagingku. Persetubuhan gaibku dengan perempuan jin telah membuatnya. Aku merasa bingung dan heran. Namun, aku menerima keadaan ini dengan legawa dan meminta agar tangisan bayi itu mereda.
Semua ini membuatku semakin yakin bahwa dunia ini penuh misteri yang tidak bisa dimengerti dengan logika manusia.aku merenung, apa yang harus aku lakukan selanjutnya.

0 komentar:
Posting Komentar