728x90 AdSpace

­

Latest News

Selasa, 14 April 2026

Jasad seorang pejabat di Jawa Timur merupakan kisah nyata yang menggugah hati


Ada cerita nyata tentang seorang pejabat yang meninggal di Jawa Timur dan mengalami azab Allah sebelum dikuburkan. Proses pengurusan jenazah, pemandian mayat, hingga pemakaman penuh keanehan dan keganjilan. Seorang pejabat memiliki tanggung jawab pada rakyatnya, dan jika disalahgunakan, akan mendapat dosa besar di hadapan Allah. Mari kita pelajari kisah ini untuk mengambil hikmahnya.

Kisah ini diceritakan oleh seorang Modin yang terlibat dalam pengurusan jenazah selama lebih dari 16 tahun. Dia telah menangani berbagai jenis kematian, tetapi pengalaman mengurus jenazah seorang pejabat kaya dan berpengaruh membawanya pada pengalaman "istimewa" yang tidak pernah dia alami sebelumnya.

Ketika dia tiba di rumah almarhum, bau busuk jenazah sangat menyengat. Wajah almarhum terlihat tidak tenang, seperti terbebani oleh berbagai perasaan negatif. Saat proses pemakaian kain kafan, terjadi kejadian aneh. Kotoran keluar melalui mulut almarhum, bukan dari duburnya. Bahkan ada ulat hidup yang keluar bersama kotoran tersebut.

Kejadian ini membuat semua orang terkejut dan terpana. Ini adalah ujian dari Allah untuk mengingatkan bahwa kehidupan ini fana dan kita harus selalu siap menghadapi kematian. Semua anak almarhum dipanggil, dan mereka harus menerima kenyataan yang mengejutkan ini.

Kisah ini menjadi cermin bagi kita semua, bahwa tak ada yang bisa tersembunyi dari kebenaran dan azab Allah. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah ini dan selalu berbuat baik dalam hidup kita.

Ketika semua anak almarhum berkumpul, saya memberikan nasihat kepada mereka. Saya mengingatkan mereka bahwa tanggung jawab saya hanya membantu mengurus jenazah ayah mereka, bukan mengurus semuanya, tanggung jawab sebenarnya ada pada ahli warisnya. Seharusnya sebagai anak, merekalah yang lebih layak mengurus jenazah ayah mereka, bukan hanya imam, bilal, atau guru. Saya kemudian meminta izin dan bantuan mereka untuk mengangkat jenazah itu.


Ketika jenazah diangkat, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebanyak satu baskom. Suasana menjadi semakin panik. Kejadian yang sulit dipercaya. Saya terus berdoa dan berharap tidak terjadi kejadian aneh lainnya. Setelah itu, saya membersihkan mayat tersebut dan memberikan wudhu. Saya meminta anak-anaknya untuk membawa kain kafan.

Mayat dibawa ke dalam kamar dan tidak diijinkan siapapun melihat proses tersebut kecuali ahli waris terdekat. Saya khawatir kejadian memalukan akan terjadi. Ketika jenazah hendak dikafani, saya menemukan kain kafan tidak cukup untuk menutupi seluruh tubuh, hanya kepala dan kaki yang tertutup. Saya berusaha menambahkan kain untuk melengkapinya.

Saya berdoa kepada Allah agar jenazah ini tidak dihina. Selanjutnya, saya memberikan taklimat tentang sholat jenazah. Namun, masalah muncul ketika tidak ada mobil jenazah yang tersedia. Saya mencoba mencari bantuan dari berbagai pihak tanpa hasil. Namun, ada seorang yang membantu dengan mengeluarkan van dari garasinya.

Namun, istrinya melarang penggunaan van tersebut karena almarhum tidak pernah mengizinkan mereka naik mobilnya. Saya meminta pemilik van untuk membawanya kembali. Kemudian, ada seorang murid saya yang menawarkan bantuannya dengan membawa lori. Dalam perjalanan menuju pekuburan, saya meminta agar masyarakat tidak ikut membantu kami menguburkan jenazah.

Saya tidak ingin melihat lagi kejadian aneh seperti itu. Ternyata apa yang saya takuti terjadi sekali lagi, keputusan Allah yang terakhir sangat menyayat hati.

Ketika jenazah tiba di pemakaman, saya memerintahkan tiga anaknya turun ke liang dan tiga lainnya menurunkan jenazah. Semua kehendak Allah terjadi pada makhluk-Nya, saat jenazah menyentuh tanah, tiba-tiba air hitam berbau busuk keluar dari celah tanah yang sebelumnya kering. Hari itu tidak ada hujan, namun dari mana air itu datang? Saya kesulitan menjawabnya. Saya meminta anak-anak almarhum untuk merapikan jenazah kedalam peti dengan hati-hati, khawatir jenazah tersebut terjatuh atau terbalik. Jika mayat terbalik, tidak ada harapan untuk mendapat syafa'at Nabi. Kami menurunkan papan peti dan segera menimbun kuburan tersebut. Namun, tanah yang kami injak menjadi becek. Saya menyadari bahwa jenazah telah terendam oleh air hitam tersebut.

Melihat hal ini, saya memerintahkan anak-anak untuk berhenti menginjak tanah. Kami meninggalkan lubang kubur setinggi 1/4 meter, seperti kuburan berlobang. Saat saya hendak membacakan talqin, saya melihat tanah yang kami injak menyerap air. Keputusan pun diambil untuk menyelesaikan penguburan dengan cepat. Meskipun saya sering terlibat dalam penguburan, ini adalah pertama kalinya saya tidak melafalkan talqin. Saya membaca tahlil dan doa yang paling singkat sebelum pulang ke rumah almarhum.

Saat berkumpul dengan keluarga almarhum, saya bertanya pada istri almarhum tentang perbuatan almarhum semasa hidupnya. Namun, ia tidak bisa memberikan jawaban. Saya meninggalkan nomor telepon rumah untuk memberikan kesempatan kepada mereka. Namun, sampai sekarang, tidak ada satu pun anak almarhum yang menghubungi saya. Mereka adalah orang-orang berpendidikan tinggi, bahkan ada yang menikah dengan orang asing. Kejadian ini akan selalu saya ingat. Dan ini adalah kisah nyata, bukan imajinasi. Semua kebenaran saya serahkan kepada Allah SWT.

Bagi pembaca, mari kita introspeksi diri apakah kita menginginkan hal seperti itu terjadi pada diri kita sendiri, orangtua, anak, atau keluarga kita. Semoga kita dapat mengambil pelajaran berharga dari kisah ini. Amin. Salam hormat dan tetap istiqomah. 



Jasad seorang pejabat di Jawa Timur merupakan kisah nyata yang menggugah hati
  • Title : Jasad seorang pejabat di Jawa Timur merupakan kisah nyata yang menggugah hati
  • Posted by :
  • Date : April 14, 2026
  • Labels :
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Top