Sebuah rumah besar di pinggir jalan raya telah menjadi pusat perhatian di desa tersebut, diketahui bahwa pemilik rumah tersebut adalah seorang yang dikenal dengan sebutan Mbah Dirgo. Mbah Dirgo terkenal sebagai seorang dukun yang memiliki banyak pasien, bahkan banyak dari luar kota yang datang mencari bantuan darinya. Kemarin, ada dua orang tamu yang datang ke rumah Mbah Dirgo, seorang pria dan seorang wanita yang mengendarai mobil mewah. Mereka mengaku berasal dari Semarang, Jawa Tengah.
Mereka bertanya kepada tetangga dekat Mbah Dirgo apakah rumah tersebut adalah kediaman Mbah Dirgo, dan setelah dipastikan, mereka akhirnya diperbolehkan masuk. Mbah Dirgo tidak terlalu lama melayani kedua tamu dari Semarang tersebut, karena ada banyak orang yang menunggu untuk mendapatkan bantuan dari beliau.
Beberapa hari setelah kedatangan tamu dari Semarang itu, beredar desas-desus bahwa mereka meminta bantuan Mbah Dirgo untuk menyingkirkan saingan bisnis mereka. Dengan kekuatan gaibnya, Mbah Dirgo dipercaya mampu memenuhi permintaan tersebut. Buktinya, saingan bisnis mereka meninggal dunia dengan cara yang tragis. Kabarnya, musuh bisnis mereka tertimpa batu sebesar kerbau saat sedang di lokasi kerjanya.
Sudah lama sekali mbah Dirgo dikenal sebagai dukun tenung. Profesi ini telah menjadi warisan turun-temurun dalam keluarganya, bahkan orang tuanya juga terkenal sebagai dukun tenung. Meskipun banyak yang mencoba menghabisi nyawanya, tidak seorang pun berhasil melakukannya. Ilmu yang dimilikinya sangat ampuh dalam melindungi dirinya dari ancaman orang-orang yang tidak menyukainya. Hingga saat ini, sudah banyak nyawa yang merenggang di tangan mbah Dirgo, namun hanya dirinya dan Allah yang mengetahui jumlah pastinya.
Sebagai seorang dukun senior, mbah Dirgo telah mengumpulkan banyak harta dari uang kasih para pasiennya. Rumahnya mewah, dan dia memiliki berbagai lahan pertanian di dalam dan luar daerah. Kekayaannya mencakup puluhan hektar tanah dan tabungan yang cukup menggiurkan. Selain itu, dia juga memiliki bisnis sebagai tukang servis dan pendongkrak daya tarik bagi wanita-wanita yang terlibat dalam kehidupan gelap. Wanita-wanita tersebut yang dulunya tidak diminati, setelah mendapatkan bantuan dari mbah Dirgo, menjadi sangat menarik dan laris manis di pasaran.
Untuk menjaga keampuhan ilmunya, mbah Dirgo melakukan berbagai ritual dan persembahan kepada makhluk gaib. Salah satunya adalah meminum darah ayam cemani, yang diyakini dapat meningkatkan kekuatan ilmunya. Namun, seiring bertambahnya usia, mbah Dirgo merasa semakin lemah dan tidak sekuat dulu. Dia mulai memikirkan untuk tidak terlalu memaksa diri dalam bekerja, serta mencoba untuk mengurangi pengaruh ilmu yang dimilikinya.
Meskipun begitu, mbah Dirgo kesulitan menemukan pewaris ilmunya. Anak-anaknya tidak berminat dan tidak ada orang lain yang datang untuk menerima ilmu tersebut. Hal ini menjadi resiko yang harus dia tanggung sendiri. Dengan penuh kepasrahan, mbah Dirgo menatap alam yang indah di depannya, menyadari bahwa hidup dan ilmu yang dimilikinya adalah bagian dari takdir yang harus dijalani.
Beberapa hari kemudian, mbah Dirgo jatuh sakit. Awalnya hanya pusing-pusing biasa. Namun, rasa pusing ini semakin parah dan disertai dengan munculnya bintik-bintik merah di seluruh tubuhnya. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi penyakit aneh ini. Mulai dari obat modern, jamu-jamu herbal, dan berbagai cara lainnya, namun belum ada hasil yang memuaskan. Bahkan keadaan kesehatannya semakin memburuk dengan tekanan darah yang terus meningkat.
Orang-orang yang sebelumnya berusaha membantu, mulai menjauh. Mereka merasa sudah tidak bisa berbuat banyak lagi. Dalam hati mereka, keyakinan bahwa mbah Dirgo tidak akan bertahan lama di dunia ini sudah tertanam.
"Kasihan sekali," bisik seseorang yang pernah berkunjung ke rumah mbah Dirgo.
"Katanya, beberapa bulan yang lalu mbah Dirgo lupa melakukan ritual minum darah ayam. Apakah benar, ya?" tanya orang tersebut.
"Saya kurang tahu soal itu. Itu urusan keluarga mbah Dirgo. Yang terbaik yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa, semoga jika memang tidak sembuh, semoga dia dapat menemukan kedamaian di kehidupan selanjutnya," jawab orang yang diajak bicara.
Ketika keduanya hendak pulang setelah lama berada di samping tempat mbah Dirgo berbaring, terdengar rintihan dari mulut dukun tersebut.
"Uhhhh!" Begitu bunyinya. Kemudian, "Potonglah ayam dan ambil darahnya," ucap mbah Dirgo dengan suara lemah.
Anaknya segera mengikuti permintaan ayahnya. Seekor ayam cemani segera disembelih dan darah segarnya diberikan kepada mbah Dirgo. Dengan penuh penyesalan, mbah Dirgo mulai meneguk darah yang terkumpul di cangkir kecil berwarna merah muda.
Namun, sebelum darah ayam tersebut masuk sepenuhnya ke dalam mulutnya, mbah Dirgo tiba-tiba memuntahkannya kembali. Darah segar memercik ke segala arah, membasahi baju dan wajah para pengunjung yang ada di sekitarnya.
Tanpa menunggu reaksi dari orang-orang di sekitarnya, mbah Dirgo tiba-tiba berteriak keras dan tubuhnya mulai bergerak tak terkendali. Darah kental mulai keluar dari mulutnya dengan deras. Tubuhnya berputar-putar, seolah-olah sedang disiksa oleh kekuatan tak kasat mata. Dan dalam sekejap, tubuh mbah Dirgo terjatuh ke tempat tidur dengan kehabisan darah.
Darah terus mengalir tanpa henti, membasahi seluruh ruangan. Dan dalam waktu singkat, mbah Dirgo pun menghembuskan napas terakhirnya dalam kondisi yang sangat mengerikan dan menyedihkan.
Kisah tragis ini benar-benar terjadi di Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur. Sebuah cerita tentang pemilik ilmu hitam yang hanya mengincar harta. Semoga kejadian yang menimpa mbah Dirgo menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Amin.

0 komentar:
Posting Komentar