728x90 AdSpace

­

Latest News

Rabu, 15 April 2026

Pesugihan Kain Mori Mayat


Inilah nasib manusia, jarang ada tempat yang damai untuk tinggal di dunia ini. Bahkan setelah meninggal, masih ada orang yang nakal mengganggu mereka. Mungkin Anda masih ingat kejadian beberapa tahun yang lalu di desa Pelumutan, Purbalingga. Seorang pria bernama Sumanto dengan berani mencuri jenazah nenek Rinah untuk dimakan. Di tempat lain, ada Parman, seorang nelayan berusia 40 tahun dari desa Kawunganten, Cilacap. Dia mengambil kain kafan seseorang untuk pesugihan. Parman dengan kejam merampas kain mori satu-satunya yang dibawa mayat itu ke kubur.

Keberaniannya ini dipicu oleh tekanan hidup keluarganya. Dia mengikuti jejak temannya yang sekarang kaya. Dengan mencuri kain kafan orang yang meninggal pada Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon, Parman berharap menjadi kaya dan tidak lagi hidup di rumah kontrakan kecil di perkampungan nelayan. Dia merasa ritual ini mudah dan sederhana. Jika berhasil, dia bisa meminta apa pun pada mayat tersebut sebagai hadiah.

"Kenapa harus pada hari Jumat atau Selasa Kliwon?" tanya penulis. Menurutnya, itu adalah syarat dalam ilmu kejawen dan ritual pesugihan kain mori yang dipercayai sejak lama.

Parman menunggu berbulan-bulan, memantau orang yang meninggal pada hari-hari itu. Dia bahkan menyelidiki secara diam-diam hingga ke kampung sebelah. Akhirnya, dia menemukan yang sesuai dengan harapannya.

"Aku beruntung saat itu, yang meninggal adalah seorang anak kecil. Jadi aku bisa ambil kain kafannya. Kalau yang meninggal dewasa, mungkin aku tidak sanggup mengambilnya. Dia akan mempertahankan kain mori itu, mungkin kita harus berkelahi di liang kubur," kata Parman memulai kisahnya.

Memang benar, ada taruhan nyawa untuk mendapatkan dan merebut kain mori yang dipakai oleh si mayat. Selain harus waspada terhadap orang lain agar tidak ketahuan, juga harus sungguh-sungguh dalam proses pengambilannya. Saat menggali kuburan, tidak boleh menggunakan bantuan peralatan sama sekali. Harus dilakukan menggunakan kedua tangan. Hal ini sangat penting agar ritual tidak sia-sia.

Setelah berhasil membuka tali pengikat mori, harus segera menarik kain mori tersebut dengan gigi. Apapun yang didapat harus dibawa pulang sebagai pesugihan. Tidak boleh mengambilnya berulang kali, hanya sekali saja. Beruntung jika bisa mendapatkan kain mori yang lebar sehingga bisa semakin kaya.

Menurut Parman, saat mayat sudah terlihat, harus sangat berhati-hati. Karena si mayat akan menyerang dengan cepat untuk mendapatkan kain mori untuk selimutnya. Setiap orang yang haus harta dan melakukan ritual ini, pasti akan berkelahi dengan jasad mayat tersebut. Jika mayat itu disusupi roh jahat, maka tenaganya akan sangat kuat.

"Aku tidak menyangka mayat memiliki tenaga yang luar biasa. Lebih besar dari tenaga manusia biasa. Meskipun kain mori yang aku ambil milik anak kecil, tenaganya seperti orang dewasa. Jika yang meninggal adalah orang dewasa, aku tidak akan sanggup mengambilnya. Banyak yang gagal dalam ritual ini," ujar Parman.

Jika kalah dalam bertarung dengan mayat, bisa mengalami luka parah bahkan cacat tubuh. Parman sendiri pernah mengalami luka memar di tubuhnya. Banyak yang mendapat luka tanpa hasil apa pun.

Konsentrasi sangat penting saat mengambil kain mori. Tidak boleh melawan mayat tersebut. Parman harus menahan pukulan mayat sambil mengambil mori dengan tangan dan mulut. Setelah mendapatkan kain mori, kehidupan kedepan dijamin berhasil. Kain mori itu bisa digunakan dalam ritual pesugihan.

Kain mori yang berhasil diambil disimpan di almari tanpa dicuci. Pada malam Jum'at atau Selasa Kliwon, kain mori dijadikan sumbu lampu. Dengan ritual dan mantra tertentu, kain mori itu dibakar. Asapnya akan membumbung dan menarik mayat pemilik kain mori itu. Mayat akan meminta kembali selimutnya yang dianggap kain mori itu.

Mayat akan merengek dan menangis meminta kembali selimutnya. Parman akan memperdayai mayat tersebut untuk kepentingannya. Meskipun merasa berdosa, dia akan meminta apa saja yang diinginkannya. Suara ratapan mayat itu membuat Parman merasa tidak tega.


 

Pesugihan Kain Mori Mayat
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Top